Translate

Senin, 07 Maret 2016

Renungan Buat Anda Calon Mahasiswa


Renungan Bagi Calon Mahasiswa - dasadarmatrisatya.blogspot.co.id
 
 
Renungan Buat Anda Calon Mahasiswa
 
Dikutip dari : dokumen "Drs. H. Achmad Batinggi MPA"

            Kalau Anda ingin menguasai suatu bidang ilmu tertentu, mengapa Anda harus menjadi mahasiswa di suatu perguruan tinggi (PT). Kalau dulu orang harus masuk di PT untuk mempelajari suatu bidang ilmu sampai ke luar negeri, itu karena sumber belajar yang terbaik pada waktu itu hanya mudah ditemui di PT. Sekarang, diera informasi ini, sumber belajar yang jauh lebih lengkap dapat ditemui diseluruh dunia melalui internet. Apalagi bila PT tersebut tidak mengoptimalkan layanan internet sebagai media belajar bagi mahasiswanya, maka bukan tidak mungkin PT seperti itu hanya akan membatasi kreatifitas belajar anda yang tidak terbatas itu. Bukankah diera informasi ini dibidang ilmu itu berkembang dengan sangat cepat?, dan bukan tidak mungkin apa yang Anda pelajari di PT tidak lagi relevan pada saat Anda bekerja nantinya. Apalagi bila ilmu tersebut berhubungan langsung dengan perkembangan teknologi. Sebagai contoh : Pengalaman kami sebagai alumni bidang komputer + 2 tahun lalu kami belajar software aplikasi Web dengan susah payah selama 1 semester di PT tempat kami menjadi alumni. Dengan perkembangan mutakhir software tersebut, sekarang kami dapat mempelajarinya dengan tujuan yang sama atau lebih baik hanya dalam 1 s.d 2 jam saja.

            Kalau Anda bercita-cita menjadi pegawai (employee) atau pegawai professional (self-employee) seperti pengacara, konsultan, Dll. Dengan gaji tinggi. Apakah Anda sudah mengetahui bidang pekerjaannya, dimana tempatnya, PT apa yang dapat menghantarkan Anda pada cita-cita tersebut? Apakah Anda yakin bahwa cita-cita itu masih terbuka peluang emas untuk Anda setelah 4 s.d 7 tahun di PT? Apakah PT yang dipilih itu bisa membawa Anda pada cita-cita itu dengan meyakinkan?

            Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat penting untuk adik-adik renungkan jawabannya, karena hal ini meenyangkut pilihan masa depan Anda. Kami hanya ingin membagi pengalaman yang tidak perlu adik alami sendiri di PT nantinya. Banyak teman kami sebelum belajar di PT tempatnya menjadi alumni, mereka dimana kami harus mempelajari banyak hal tetapi hari ini kami harus mempelajari sendiri hal lain.

            Mengapa Anda memilih PT yang tidak mampu menciptakan lapangan kerja untuk Anda, atau hanya dapat menjanjikan lapangan kerja tetapi tidak dapat menunjukkan lapangan kerja apa, dimana, berapa gajinya, dll. Yang dimaksud.

            Kalau Anda ingin menjad pengusaha (Businessmen) yang sukses disuatu bidang, mengapa harus masuk di PT yang tidak memfasilitasi Anda untuk menjad pengusaha? Atau hanya menjanjikan Anda dapat menjadi pengusaha sukses, tetapi guru-guru bisnis Anda di PT tersebut bukanlah teladan pengusaha yang sukses, atau bahkan tidak punya pengalaman bisnis sama sekali. Kalau Anda ingin menjadi penanam modal (investor) di suatu perusahaan, mengapa Anda memilih PT yang hanya mengajarkan Anda teori berinvestasi yang menguntungkan, tetapi guru-gurunya bukan investor sama sekali, bahkan mereka hanya pekerja pekerja dari para investor.

            Kami dari kelompok pemerhati pendidikan tinggi, khususnya dibidang teknologi informasi (TI), menilai bahwa PT komputer yang ada saat ini di Indonesia, pada umumnya berorientasi pada pembentukan kemampuan mahasiswa yang berkarakter pegawai biasa (employee), sedikit sekali yang berorientasi pada pembentukan karakter pegawai professional (Self-employee), seperti konsultan IT, Dll. Belum pernah kami menemukan PT komputer yang berorientasi pada pembentukan kemampuan mahasiswanya yang berkarakter pengusaha (Businessman) dibidang komputer. Padahal jauh lebih mudah dan lebih murah menjadi pengusaha dibidang TI ini dibandingkan menjadi professional maupun pegawai biasa.

            Padahal , eluang untuk menjadi pegawai biasa sangat sedikit, ditambah lagi sistem penjaringannya biasa diwarnai dengan faktor-faktor subjektif. Dibanding menjadi pekerja professional maupun pengusaha pada bidang jauh lebih terbuka dilapangan kerja yang sudah mapan. Alumni-alumni dari berbagai perguruan tinggi “terbaik”, ada yang lulus dengan predikat lulusan terbaik, master, bahkan doktor dibidang TI, bergabung membangun sekolah tinggi komputer, yang kami beri nama STMKIK Mattirowali Makassar menilai

            Kalau dulu orang harus masuk di PT untuk mendapatkan ilmu, itu karena sumber belajar suatu ilmu pada waktu itu terbatas pada guru dan perpustakaan yang hanya dapat ditemui di PT. Itulah sebabnya, mengapa orang mencari PT sampai ke luar negeri. Sekarang , diera informasi ini yang didukung dengan teknologi informasi dan komunikasi (Information and communication Technology = ICT), sumber belajar tersebut dapat ditemui kapan dan dimana saja Anda berada dipermukaan bumi ini bila Anda didukung dengan fasilitas ICT. Akan tetapi, yang sulit anda temukan lewat fasilitas ICT adalah guru-guru yang menjadi pelopor-pelopor yang dapat Anda teladani.

            Betulkah PT yang anda pilih dapat memfasilitasi sepenuhnya untuk dapat menguasai bidang ilmu yang Anda harapkan? Betulkah PT yang dipilih dapat mengarahkan Anda untuk menjadi pegawai dengan gaji tinggi?

            Spertinya, kalau PT yang Anda pilih belum menggunakan Sistem Kurikulum Plus (SKP), maka apa yang Anda dapatkan dari PT tersebut mungkin sangat jauh melenceng dari harapan Anda setelah menghabiskan waktu, tenaga dan mungkin biaya yang banyak. Yang dimaksudkan dengan SKP di sini yaitu Sistem Kurikulum yang mengintegrasikan semua kemungkinan keinginan mahasiswa di atas.

Memilih perguruan tinggi (PT)

            Mungkin sebagian besar diantara Anda memilih melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi (PT). Apa sebenarnya yang menjadi tujuan Anda melanjutkan pendidikan di PT?

Pada bidang tertentu setelah tamat di SLTA. Apapun pilihannya di PT, setelah keluar dari PT apakah sempat menjadi Sarjana (juara kelas) atau memilih Drop-out, Dll. (Pecundang kelas) semuanya akan kembali ke masyarakat. Hari ini atribut-atribut akademik (S1, S2, S3) seseorang bukan lagi ukuran kesuksesan yang patut dibanggakan ditengah-tengah masyarakat. Ukuran kesuksesan di masyarakat lebih ditentukan oleh tingkat sosial dan ekonomi seseorang. Data menunjukkan bahwa ternyata orang yang memiliki tingkat ekonomi dan sosial yang tinggi umunya berada ditangan yang tidak memiliki atribut-atribut akdemik. Orang kaya yang dermawan jauh lebih dihargai oleh masyarakat ketimbang professor yang miskin. Lebih tragis lagi, para pemilik atribut-atribut juara kelas yang beraneka ragam itu, pda umumnya menjadi pegawai (Employee) yang hanya menerima gaji bulanan dari para peundang kelas. Kenapa demikian ? karena kurikulum PT pada umumnya hanya membangun kemampuan mahasiswanya untuk menjadi pekerja (Employee) atau pekerja lepas (Self-employee) dan sedikit sekali yang membangun kemampuan menjadi pebisnis (Businessman) atau menjadi penanam modal (Investor) dalam bidang-bidangn keilmuannya masing-masing.

            Tentu tidak ada yang menginginkan dirinya kembali ke masyarakat sebagai pengangguran bukan ? tetapi kenyataannya di negeri kita ini masih banyak sarjana pengangguran. Ironisnya, justru banyak yang memilih drop out pada semester-semester awal di PT mampu membangun bisninsnya dengan sangat sukses di dunia internasional, sebutlah Bill Gates pemilik bisnis Microsoft si manusia terkaya di dunia, Larry Ellison, orang terkaya No.2 di dunia, Paul Allen, Michael Dell, Dll. Di Indonesia, sebutlah ........ Kalau begitu apa yang membedakan antara sumber daya manusia (SDM) produk PT dan yang bukan?

            Menurut Robert T. Kiyosaki, penulis buku Best Seller “Rich Dad Poor Dad” dalam bukunya “The Cashflow Quadrant” membagi manusia dalam 4 kelompok, yaitu Pegawai (Employee), Pekerja lepas (Self-Employee), pemilik usaha (Business owner),  dan Penanam modal (Investor) Professional.

            Kenapa ? Karena seharusnya di PT adik sudah duduk sebagai manusia dewasa. Kalau alasannya untuk menjadi pegawai (Employee), Robert T. Kiyosaki, penulis buku Best Seller “Rich Dad Poor Dad” dalam bukunya “The Cashflow Quadrant” membagi manusia dalam Apalagi bila adik dari keluarga yang pas-pasan kemampuan ekonomi keluarganya.

            Sebentar lagi Adik akan meninggalkan almamater yang adik cintai, yang penuh dengan kenangan manisnya masa-masa di SLTA. Bagi yang bercita-cita melanjutkan kejenjang perguruan tinggi tentu sudah ada pilihan-pilihan perguruan tinggi, Fakultas, bahkan mungkin jurusan yang difavoritkan. Menarik sekali untuk direnungkan, mengapa pilihan-pilihan adik itu jatuh padanya. Jawaban atas pertanyaan ini tentu sangat bervariasi, ada diantaranya menjatuhkan pilihannya dengan alasan karena setelah selesai pada pilihannya itu maka peluang kerjanya banyak, ada juga mungkin karena senang dengan bidang ilmu itu, ada juga karena alasan status, mungkin ada juga dengan alasan ikut teman, dan sangat sedikit, itupun kalau ada, yang beralasan karena bidang ilmu yang dipilihnya dibuthkan untuk membuka usaha sendiri.

            Bagi yang melanjutkan kuliah karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau “Gajinya lebih banyak”, hendaknya betul-betul mempertimbangkan bidang ilmu atau keahlian apa yang diperlukan untuk itu. Bukankah hari ini jutaan pengangguran dan sebagian diantaranya adalah alumni perguruan tinggi.

            Kalau maksudnya menjadi Pegawai Pemerintah, maka siap-siaplah kecewa karena jatah untuk itu sangat sedikit.

            Terlepas dari semua alasan-alasan tersebut, alasan utama seseorang melanjutkan pendidikannya paling banyak karena ingin mendapatkan penghidupan yang lebih baik nantinya.

            Menunggu pengakuan kesarjanaan lebih dahulu dari suatu PT yang mungkin hanya membebani berbagai macam ilmu atau keterampilan yang tidak semuanya Anda butuhkan?
 
====================================================================
aliefnoer14@gmail.com
 
~ Bermimpi - Berusaha - Berserah Diri ~
====================================================================
 
 
Keyword : renungan mahasiswa, tips memilih jurusan, tips menjadi mahasiswa, menjadi orang sukses, mahasiswa cerdas, jiwa pengusaha,
 
 
 

pongimaji Manusia Biasa

MUSLIM.seorang Pramukawan berdarah Indonesia ASLI. Berusaha menyampaikan ilmu melalui tulisan yang sederhana. . Apabila saya salah mohon saya diluruskan. . Karena kritikan dan masukan dari kawan-kawan sangat berarti untuk membangun diri saya. . Berbagi itu Indah. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar