Translate

Minggu, 03 Desember 2017

KISAH INSPIRATIF - Tunjukkan Cara Mencintai Mama


TUNJUKKAN CARA MENCINTAI MAMA

Sebuah kisah inspiratif perjuangan kesabaran dan ketabahan seorang ibu
dikutip dari buku : Surga Masih DI Telapak Kaki Ibu
Karya :  Safira Atalla

“Cinta seorang ibu sering tak terbaca karena tekanan kondisi pekerjaan. Sementara seorang anak akan tumbuh, berkembang baik sesuai dengan cinta yang dia rasa, apa yang direkam otaknya dan tersimpan rapi di hatinya. Pada saatnya ia akan melakukan hal yang sama dengan menimbang rasa cintanya sesuai caranya untuk membalas semua perlakuan orang tuanya atas nama cinta”
   Kita seringkali melampiaskan total kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.

   Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi.

  Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hamper satu jam. Suara si mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18:30.

   “Tinnnnn….Tinnnnnnnnnnnn…!!”
  
   Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.
        
   Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala.
         
     Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuman tahu, ia kangen mama dan papa, dan ia girang mama dan papa pulang.
        
    “Mama, mama… mama… mama…” Cassie menggerak-gerakkan tangan mama. Mama diam saja.
       
     Dengan cemas Cassie bertanya, “Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?” Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.        
    Cassie makin gencar bertanya, “Mama, Mama…. Mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?”
            
    Tiba-tiba….. “Cassie! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!” mama membentak dengan suara tinggi.
            
     Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung.
Cassie salah apa? Cassie sayang mama. Cassie salah apa?
            
   Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya.
            
     Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie menganggu mama? Cassie tidak boleh sayang mama?
            
    Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya. Maka tahun0tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.

      “Tinnn… Tinnn…..!!”
         
     Mama pulang, papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.
            
       “Cassie mana?”
       “Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya”.
          
     Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka. Anak satu-satunya tak mau makan bersama.
         
     “Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak zaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orang tua! Tidak seperti zaman dulu.”
        
      Di atas Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka.
         
     Harinya bertanya sendiri dengan nada begitu sedih, “Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?”
         
        Mamanya sangat bersedih akan kesenjangan hubungan mereka. Dia baru menyadari setelah anaknya benar-benar tak bisa disentuhnya. Lalu dia pun mengoreksi diri, bercermin tentang semua yang telah dia lakukan kepada anaknya. Mengubah sikap tidak baiknya menyambut kehangatan sang anak yang selama ini telah disia siakan dan dianggapnya biasa saja. Dan dia yakin semua cintanya akan kembai Nampak setelah lewat perenungan panjang keduanya, ibu dan anak, sepasang belahan jiwa yang tak mungkin bisa terpisahkan. 

Senin, 02 Oktober 2017

[Download] Update - Soal IT SOFTWARE APPLICATION Lks Nasional ke - 25 Surakarta 2017

DasadarmaTrisatya.blogspot.com - LKSN 2017

Asssalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh . . .

Nah artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya [Download] Soal IT SOFTWARE APPLICATION Lks Nasional ke - 25 Surakarta 2017.

Karena pada artikel tersebut module soal belum tersedia kecuali wireframe soalnya.. jadi di artikel ini kami memberikan link download module tersebut..

Silahkan di seduh link nya :

Download module : DOWNLOAD NOW

Kamis, 15 Juni 2017

KISAH INSPIRATIF - Ibu Senantiasa Mau Berkorban

DasadarmaTrisatya.Blogspot.com - Ibu Senantiasa Mau Berkorban


IBU SENANTIASA MAU BERKORBAN

'Sumber : Surga masih di telapak kaki ibu - Safira Atalla'
“Lewat ibulah kita lahir di dunia. Tuhan menitipkan kita ke rahimnya untuk dilahirkan dan dirawatnya dengan sepenuh cinta. Cintanya putih, hidupnya hanya untuk anaknya, demi menjalankan amanah-Nya, dititipi seorang anak. Tetapi kita sering melupakannya, mengecilkan keberadaannya, menganggapnya tidak ada” 
            Ibuku hanya memiliki satu kaki dan satu mata. Aku sangat membencinya. Aku sangat malu dengan keadaan fisiknya. Ia menjadi juru masak di rumah tetanggaku dan berjualan kue di sekolahku, untuk membiayai keluarga.

            Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang, aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangya dengan penuh kebencian dan melarikan diri. Ibuku terdiam dan hanya memandangku dengan wajah tanpa dosa.

            Keesokan harinya di sekolah, aku diejek teman-temanku.
            “Ibumu hanya punya satu kaki dan satu mata ?!?! Hiiii Takuuuutt !”
            Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, “Bu, mengapa ibu tidak punya satu kaki dan satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik ibu mati saja!!!”.

            Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

            Malam itu aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Ia memandangku sejenak, dan kemudian berlalu dengan kaki pincangnya. Akibar perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku masih sangat membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu kaki dan matanya itu. Lalu aku tak mau lemah, berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses kelak.

            Kemudian aku  belajar dengan tekun, ibuku terus bekerja membelikanku baju, buku sekolah, membayar uang sekolah. Dan akhirnya aku lulus, lalu mendapat beasiswa masuk perguruan tinggi. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke ibu kota untuk menuntut ilmu.

            Lalu aku pun lulus dengan nilai baik dan mendapat pekerjaan yang sangat baik pula. Kemudian aku menikah. Aku membeli rumah. Kemudian aku pun memiliki anak. Hingga aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku. Aku sangat malu dan kecewa jika ingat masa kecilku.

            Kebahagiaan ini bertambah terus dan terus. Hingga satu saat ibuku dating ke rumahku, terlihat kepanasan di wajahnya, berkeringat dan terengah-engah dengan kaki dan mata satunya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlalri ketakutan, ngeri melihat bentuk ibuku yang tidak normal dan tidak karu-karuan.

            Kataku lantang sok tidak kenal, “Siapa kamu?! Aku tidak kenal dirimu! Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! Keluar kamu dari sini! Pergi !”.
            Ibuku hanya menjawab perlahan, “Ohh, maaf. Sepertinya saya salah alamat.”

            Dan ia pun berlalu dengan tongkat kayu tua kakinya. Untung saja ia sepertinya rela tidak mengenalku. Aku sungguh lega. Aku tidak peduli lagi, aku pun menjadi lega.

            Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku. Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Aku pun pergi ke sana. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah, rumahku. Hanya sekedar ingin tahu saja.

            Rumah reyot yang hamper rubuh itu sangat sepi. Lalu aku masuk ke dalam rumah berlantai tanah itu. Di sana, kutemukan ibuku tergeletak di lantai yang dingin. Namun aku tetap dengan angkuhnya tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya.


Sepucuk surat untukku.

Anakku.

Kurasa hidupku sudah cukup panjang. Dan aku tidak akan pergi ke rumahmu lagi. Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sekali?

Aku sangat merindukanmu, dan aku sangat gembira ketika mendengar kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Aku takut kamu akan malu dan marah lagi.

Demikian, aku menahan diri untuk tidak menemuimu, berusaha membunuh rinduku padamu. Dan aku minta maaf karena selama ini hanya membuatmu malu dengan keadaan cacat fisikku.

Kau tahu, ketika kau masih dalam kandungan ibu mengalami kecelakaan. Ketika ibu masih hamil, seseorang telah menabrak kaki ibu hingga patah. Tetapi untung kandungan ibu selamat, akhirnya ibu melahirkan bayi lucu, yaitu kamu.

Tetapi sayang, Tuhan hanya memberikanmu satu mata. Sebagai seorang ibu, aku tak akan rela melihatmu tumbuh hanya dengan mata satu. Maka aku berikan satu mataku kepadamu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, dengan mata itu.

Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu. Ketika kau marah padaku. Aku hanya membatin menghibur diri sendiri, itu karena kau mencintaiku anakku!

            Aku langsung mati rasa dan raga, hatiku hancur, karena kesombongan dan kebodohanku selama ini, malu memiliki ibu yang cacat.

            Aku menangis sejadi-jadinya, berteriak maminta maaf dan memeluk ibuku erat-erat. Namun saying tubuh kecil dan kurus ibu hanya diam dan kaku dalam pelukanku. Ternyata ibu sudah beberapa jam lalu meninggal dalam kesendiriannya dan terus menggenggam rindu buatku si anak durhaka.


Rabu, 14 Juni 2017

KISAH INSPIRATIF - Belajar Dari Bunga Lotus

DasadarmaTrisatya.Blogspot.Com - Belajar Dari Bunga Lotus


BELAJAR DARI BUNGA LOTUS
'Sumber : Surga masih di telapak kaki ibu - Safira Atalla'
“Anak Wajib dilindungi. Dan seorang Ibu akan selalu menguatkan, menyemangati hidup anaknya. Keteguhan keyakinan, ketelatenan, kesetiaan pilihan untuk bisa maju, akan membuahkan hasil. Jangan mudah goyah akan pemandangan semu sekitar yang seringnya hanya menjadi janji surga semata”

            Pada sebuah kolam yang tenang , tumbuh sekelompok bunga lotus yang cantik. Udara lingkungan sekitar sangat menyejukkan hati. Bunga-bumga lotus itu selalu bermandikan sinar matahari yang hangat, benar-benar sebuah tempat tinggal yang nyaman dan menyenangkan.

            Namun suatu hari, ujung buah lotus kering tiba-tiba menjatuhkan beberapa biji lotus ke dasar kolam yang keruh. Saat itu biji-biji lotus ini tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapimereka semua berpikir ingin segera kembali ke atas permukaan air tempat mereka berasal, dikarenakan dasar kolam ini begitu hitam, kotor, dan dingin.

            Di dalam lingkungan baru itu, biji-biji lotus ini menjadi sangat gugup. Tepat saat mereka sedang kebingungan, Ibu Lotus menundukkan kepalanya dan berkata, “Anak-anakku janganlah cemas, asalkan kalian sudah memutuskan keinginan untuk kembali, dengan giat terus tumbuh ke atas, maka tak lama kelak kalian akan kembali ke atas permukaan air yang hangat”.

            Setelah itu biji-biji lotus ini mulai berdebat dalam lumpur kolam. Permukaan kolam itu begitu tinggi, mereka berpikir rasanya sudah tak mungkin kembali lagi. Sehingga ada sebagian biji lotus sudah putus harapan. Bahkan di antaranya sudah terkelabui oleh pemandangan dasar kolam. Mereka melayang-layang ke lain tempat mengikuti aliran arus kolam itu.

            Namun ada sebagian biji lotus yang merasa yakin akan ucapan Ibu Lotus. Mereka lalu memutuskan untuk tumbuh ke atas. Terhadap berbagai ucapan sinis biji-biji lain mereka tidak menghiraukannya. Dan tak lama kemudian, mereka benar-benar mulai menancapkan akarnya, lalu tubuh mereka menjadi tinggi menjulang.

            Setiap hari mereka terlihat tumbuh dengan cepat, sedangkan bagi mereka yang tidak giat tumbuh ke atas telah tersesat di berbagai sudut kolam.

            Tepat saat sinar mentari pagi mulai muncul, sekelompok biji lotus yang berani dan rjin ini, akhirnya berhasil kembali ke atas permukaan air yang selama ini mereka dambakan.

            Terlihat sinar mentari yang dahulu mereka kenal, tersenyum lembut menyambut mereka. Begitu juga mereka akhirnya dapat bertemu kembali dengan ibu Lotus yang bersama lotus-lotus lainnya, telah sejak dini menantikan kedatangan mereka.

            Ibu akan selalu ada buat semua anak-anaknya, menjaga kehidupan dan menuntun masa depan buah hati, titipan Illahi.    

Senin, 22 Mei 2017

[Download] Soal IT SOFTWARE APPLICATION LKS Nasional ke-25 Surakarta 2017

DasadarmaTrisatya.Blogspot.com | LKS Nasional 2017 Surakarta

Soal Lomba IT SOFTWARE APPLICATION

 LKS Nasional ke-25 Surakarta 2017




Bismillahirrohmanirrahim..

Tak terasa LKS Nasional ke-25 yang diadakan di Surakarta telah usai, dan selamat kepada teman-teman yang berhasil meraih juara dan berangkat sebagai peserta Word Skill Competition.

Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang soal mata lomba IT Software Application pada LKS Nasional ke-25 tersebut. Lomba tersebut berlangsung selama 3 hari dengan 5 Module yang harus diselesaikan yaitu,
  1. Module 1 : Pukul 08:00 - 12:00 (Hari Pertama)
  2. Module 2 : Pukul 13:00 - 17:00 (Hari Pertama)
  3. Module 3 : Pukul 08:00 - 12:00 (Hari Kedua)
  4. Module 4 : Pukul 13:00 - 17:00 (Hari Kedua)
  5. Module 5 : Pukul 13:00 - 11:30 (Hari Ketiga)
Disetiap module tersebut para peserta mesti mengerjakan beberapa soal yang telah disediakan dewan juri. Adapun secara umum hal yang terdapat pada soal tersebut dimulai dari module 1 sampai 5 yaitu :
  1. Scheduling Guru dan Siswa
  2. Uploading gambar dan menyimpan gambar tersebut dengan format tertentu dan lokasi yang telah ditentukan.
  3. Pembagian hak akses antara Admin, Guru, dan Siswa.
  4. Pembuatan password default dan form penggantian password.
  5. Penginputan data dari file .xlsx ke SQLserver dengan kata lain memasukkan data dari excell ke SQL Server.
  6. Penggunaan query relasi tanpa mengubah struktur database dan tanpa view.
  7. Pembuatan report berupa diagram hasil pembelajaran siswa.
Bagi teman-teman maupun pembimbing yang ingin mempersiapkan diri menuju LKS Nasional 2018, untuk sementara ini kami telah menyediakan Link untuk download File Soal tersebut, namun untuk detail soal permodule nya kami belum sempat kirimkan.. Dengan adanya soal tersebut kami berharap agar setiap kontingen yang ingin mengikuti lomba IT Software Application 2018 telah memiliki gambaran dan acuan untuk melakukan persiapan. Dengan adanya artikel ini kami berharap dapat membantu teman-teman dan para pembimbing sekalian.... 


LINK DOWNLOAD SOAL & WIREFRAME : DOWNLOAD
LINK DOWNLOAD DATABASE SQL SERVER versi 1 : DOWNLOAD
LINK DOWNLOAD DATABASE SQL SERVER versi 2 : DOWNLOAD
LINK DOWNLOAD KESELURUHAN : DOWNLOAD

Untuk Download Module Silahkan ke SINI :) (Update module soal) 

*NOTE
Untuk file KESELURUHAN merupakan hasil dari apa yang penulis kerjakan selama lomba tersebut berlangsung, jadi mohon maaf apabila program tersebut tidak dapat berjalan secara keseluruhan. Namun apabila ada teman-teman yang ingin mengambil source code dari aplikasi tersebut silahkan saja di download file KESELURUHAN tersebut. Di File tersebut terdiri dari 2 Folder yakni soal dan jawaban.. untuk sola sendiri merupakan soal dari lomba tersebut, sedangkan untuk folder jawaban langsung saja di buka ke jawaban module 5 untuk melihat hasil keseluruhan dari apa yang telah dikerjakan. 

Untuk database sendiri memiliki dua versi, versi pertama merupakan database asli dari dewan juri tanpa pengeditan karena nanti di module 5 peserta diperkenankan untuk membuat tabel tambahan untuk fitur tambahan dari aplikasi tersebut yakni fitur Message. Sehingga ada fitur message yang merupakan fitur tambahan pada aplikasi yang tidak tertera pada wireframe soal. Sedangkan versi kedua merupakan database yang telah ditambahkan tabel baru untuk mendukung fitur tambahan tersebut.

Apabila ada hal yang kurang jelas ataupun ingin ditanyakan silahkan berkomentar. 
terima kasih atas perhatian dari teman-teman sekalian, kami berharap dengan adanya artikel ini dapat membantu dan semakin meningkatkan kualitas para peserta LKS Nasional tahun depan.. Dan pesan dari kami, perbaiki saja analisis database dan algoritma dari teman-teman sekalian terutama pembuatan query relasi antar table nya... Sukses Selalubuat teman-teman sekalian dan jangan pernah berhenti untuk belajar !!!

SMK Bisa !! SMK Hebat !! 





Minggu, 19 Maret 2017

KISAH INSPIRATIF - Ibu Penyelamat Jiwa

DasadarmaTrisatya.Blogspot.com - Ibu Penyelamat Jiwa

IBU PENYELAMAT JIWA

KISAH MOTIVASI - Perjuangan cinta yang tulus dari seorang ibu
dikutip dari buku "Surga masih di telapak kaki ibu"
karya "Safira Atalla"
“Kasih ibu sepanjang hayat. Dia terus berusaha melindungi anaknya meski nyawa taruhannya. Hanya satu yang ia pinta, pengakuan akan keberadaan, cinta, dan kasih sayangnya kepada sang anak. Mulianya hati ibu”



  Ini adalah kisah nyata pengorbanan seorang ibu saat gempa bumi di jepang.
  Setelah gempa bumi reda, ketika penyelamat tiba di reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat beliau melalui celah runtuhan dan timbunan tanah.
  Tetapi entah bagaimana posisi dia kelihatan agak aneh berlutut pada seseorang dan menyembah ke depan, dan dua tangannya menggendong sesuatu benda.
  Rumah runtuh itu telah menghantam punggung dan kepalanya.
  Dengan usaha yang sulit, kepala pasukan penyelamat memasukkan tangannya melalui celahan kecil di dinding untuk mencapai badan wanita tersebut.
  Dia berharap bahwa wanita ini mungkin masih hidup.
  Walau bagaimanapun, badannya yang dingin dan kaku membuktikan bahwa wanita itu telah meninggal dunia.
  Dia dan seluruh pasukan meninggalkan rumah itu dan mencari korban pada bangunan runtuh yang lainnya.
  Tanpa alasan yang kuat, kepala pasukan ini didorong oleh satu kuasa yang kuat menariknya untuk kembali ke rumah wanita yang runtuh tersebut.
  Sekali lagi, dia berlutut dan melalui celahan runtuhan yang sempit untuk melihat keadaan mayat itu.
  Tiba-tiba dia menjerit kegirangan, “Seorang anak !! Ada anak !!”
  Seluruh pasukan bekerja bersama-sama dengan berhati-hati mereka memindahkan objek runtuhan yang menghempas wanita itu hingga mati.
  Terdapat seorang anak lelaki berusia 3 bulan yang dibalut dengan selimut berbunga di bawah mayat ibunya.
  Jelas sekali, wanita itu telah berkorban hingga akhir hayatnya untuk menyelamatkan anaknya.
  Ketika rumahnya runtuh, dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi anaknya. Anak lelaki itu masih tidur dengan nyenyak sewaktu kepala pasukan penyelamat itu menemuinya.
  Dokter bergegas datang untuk memeriksa anak kecil tersebut.
  Selepas beliau membuka selimut, terdapat telepon genggam di dalam selimut tersebut. Tertera teks pesan pada layar telepon genggam itu…
  Jika kamu hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sayang kamu.
  Pesan ini telah diteruskan dari satu tangan ke tangan yang lain. Setiap individu yang membaca pesan pasti menangis.
  Begitulah kasih sayang tulus seorang ibu kepada anaknya.

Rabu, 15 Maret 2017

KISAH INSPIRATIF - Mama Setia Menunggu

DasadarmaTrisatya.Blogspot.com - Mama Selalu Menunggu

MAMA SETIA MENUNGGU

Kisah Inspiratif Kesetiaan Seorang Ibu Dan Perjuangan Anak Mengarungi Tantangan Kehidupan
Dikutip dari buku "Surga Masih Di Telapak Kaki Ibu"
Karya : "Safira Atalla"
“Jalani kehidupan dengan keyakinan BISA! Dan seorang ibu akan menerima jerih payah anaknya, sebesar apa pun akan dihargainya dengan cinta. Dia akan menunggu dan menerima kedatangan anaknya lalu menuntunnya beribadah dan kembali kepada-Nya”

            Suasana pagi cerah sekali, terdengar kicauan burung-burung dan cahaya matahari pagi yang indah, tampak si tetes air sedang berseluncur mengikuti arus sungai sambil membawa sebungkus perbekalan.
            “Cihuuuuuiiii…. Asyik, asyiknya!” teriak dia sambil terus berseluncur mengikuti arus sungai. Si Capung menyapanya, “Hai tetes! Kamu hendak ke mana?”
            “Huii….Hui… saya mau cari Mama..!!” teriak si tetes membalasnya sambil terus maju berseluncur.
            Di belokan sungai, paman pohon bertanya, “Hai tetes, kamu hendak ke mana?”
            “Saya ingin mencari Mama”
            Paman pohon bertanya lagi, “Siapakah Mamamu?”
            “Samudra, Mamaku adalah Samudra. Apakah paman pernah mendengarnya?” si tetes balas bertanya.
            Paman pohon hanya menggelengkan kepala “Paman tidak pernah melihat samudra. Dari lahir, Paman sudah di sini sampai sekarang.”
            “Baiklah Paman, selamat tinggal!”. Si tetes melambaikan tangan melanjutkan perjalanannya. Tidak seberapa jauh si tetes hampir tergelincir jatuh karena ada air terjun, untung ada paman batu membantunya, “Hati-hatilah Nak!”.
            Di perjalanan berikutnya, si tetes disapa oleh kakak burung, “Hai tetes, hendak ke mana?”
            “Hai, saya mau mencari Mama!” kata si tetes.
            “Siapa Mamamu?” Tanya kakak Burung lagi.
            “Samudra. Apakah kakak Burung pernah bertemu Ssmudra?”
            “Samudra?? Ohhh… saya pernah bertemu samudra.”

            Tentu si tetes sangat senang, dengan tergesa-gesa mendesak kakak Burung, “Ayo, ayo ceritakan padaku, seperti apakah Mama Samudra itu?”

            “Tubuh samudra luaaarr biasa besarnya, di dalam perutnya terisi banyak sekali makhluk hidup. Samudra juga senantiasa melindungi makhluk hidup dan lagi pada malam hari, Mama Samudra masih melantunkan alunan musik agar makhluk dapat tidur lelap.”

            Si tetes pun senang, “Benarkah? Wuihhh hebatnya! Rasanya ingin cepat-cepat bertemu Mama Samudra!”.

            “Semoga berhasil!” kata kakak burung sambil terbang pergi.

            “Selamat tinggal!”. Si tetes kembali melanjutkan perjalanannya. Setelah melewati berbagai desa, hutan dan kota, si Tetes terdampar di sebuah tempat asing.

            Tetes Air mulai merasakan bahaya, “tempat ini sungguh aneh, mengapa tidak ada bunga ataupun pohon? Oh, mengapa tubuhku makin lama makin mengecil…. Aduhh , bagaimana inihh?” “Saya adalah Gurun Pasir”. Tiba-tiba terdengar suara.

            Si tetes mulai panik, “Saya sudah hampir hilang tertelan gurun pasir, bagaimana ini paman?”
            Paman gurun berkata, “Jika si Angin dapat menerbangkan pasir, tentu juga dapat menerbangkanmu Tetes Air.”

            “Tetapi kakak Angin bisa menerbangkan Pasir sedangkan saya kan tidak bias terbang,” kata si tetes.
            Kakak angin datang, “Tenang, dengarlah dulu. Pertama-tama kamu harus mengubah wujudmu. Biarkan kamu dijemur matahari hingga kering setelah itu kamu akan berubah menjadi molekul uap air yang tak terhitung banyaknya, barulah saya dapat meniupmu melewati gurun ini untuk bertemu dengan Mamamu”.

            “Apa?! Kalau tubuhku tercerai-berai, tentu sangat sakit kan,” Ratap si Tetes.
            Paman gurun menghiburnya, “Tetes Air, kamu harus belajar tabah dan tegar barulah bisa bertemu dengan Mama yang kamu rindukan selama ini”

            Si Tetes masih ragu, “Tapi ketika saya bertemu dengan mama, apakah beliau akan mengenaliku?”

            Kakak angin menjawabnya ”Anak Bodoh, Mamamu pasti akan mengenalimu, karena bentukmu persis seperti dirinya. Kamu akan langsung turun ke dalam pelukannya, dan berbaur menjadi satu tubuh serta tak akan terpisahkan lagi.”

            Si tetes pun membiarkan dirinya di jemur kering oleh matahari menjadi ribuan molekul uap air, lalu dia duduk di atas Kakak Angin yang menerbangkannya melewati gurun pasir.

            Sang Mama Samudra membentangkan tangannya lebar-lebar menyambut, “Anakku Mama telah lama menunggumu”. Si Tetes kecil turun berupa huan jatuh ke pelukan sang Mama Samudra.

            Hidup ini merupakan cobaan yang dipenuhi tantangan yang perlu di hadapi dengan sabar dan ketabahan. Kebahagiaan, kemudahan, maupun kesulitan akan silih datang berganti entah kita siap untuk menghadapinya atau tidak, namun ingat kunci dari semua itu ialah kesabaran, ketabahan serta keyakinan yang kuat akan penantian akhir yang selama ini kita nantikan, kehidupan kedua yang akan kekal abadi.

            Jangan pernah berputus asa akan apa yang telah terjadi, tetap semangat jalani kehidupan dengan semangat Optimis untuk berubah ke arah yang lebih baik. Ingat Allah Ta’ala Maha Pengasih lagi Penyayang, tak mungkin kita dibiarkan berada dalam keburukan sepanjang hidup kita selama kita memiliki kemauan untuk berubah. Entah sebagaimanapun buruknya diri kita dahulu, selama ada keyakinan dan kemauaan insyaalloh akan selalu ada jalan yang terbuka.

“Man Jadda Wa Jadda”
            -Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkannya-