Translate

Senin, 07 Maret 2016

Filosofi Sholat



Filosofi Sholat - DasadarmaTrisatya.blogspot.co.id

 
 
 ~ Filosofi Sholat ~

~Dikutip dari "Muhajirin"
oleh "Drs. H. Achmad Batinggi, MPA"


Oleh-oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sekembali dari Isra dan Mi'raj adalah perintah shalat. Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam menyebut ibadah ini tiang agama, yang wajib dikerjakan setiap umat islam. Tetapi, pernahkah kita merenungi secara lebih mendalam makna shalat sesungguhnya?
Dimulai dari takbir hingga ditutup salam, shala mengisyaratkan simbol dan lambang yang luar biasa, Takbir (Allahu AKbar) adalah pertanda kita memasuki isana Maha Raja. Pintu dunia yang penuh dengan hiruk pikuk, harta, dan jabatan kita tinggalkan, untuk kemudian, kita tapaki dimensi baru: keterpesonaan jiwa kepada-Nya.
Takbir juga mengisyaratkan ketidakberdayaan seorang hamba di hadapan Tuhan, karena itu seorang hamba selalu menundukkan pandangannya seusai bertakbir. Simbol ini melahirkan rasa Tawaddhuk (Rendah Hati), tidak sombong dan angkuh. Saat berdiri tegap, wajah kita tidak boleh menoleh ke kanan maupun ke kiri, melainkan menatap lurus ke tempat sujud (Tanah)
Memandang tanah adalah simbol bahwa hidup manusia akhirnya akan kembali ke tanah, itulah sebabnya pada doa iftitah kita berikrar "Inilah wajah batinku, pengorbananku, hidup dan matiku hanya untuk-Mu ya Allah".
Akhirnya, shalat ditutup dengan salam. Itu berarti bahwa hidup haruslah berakhir dengan hati yang salam (Damai), merdeka, dan tidak lagi terpenjara oleh urusan dunia.
Gerakan shalat mulai dari awal hingga akhir memiliki nilai filosofis. Di sini hamba Tuhan harus bergerak, dinamis, kreatif, dan aktif untuk mengembangkan diri menuju kemerdekaan berbuat. Tetapi bukan berbuat tanpa aturan. Dalam kreativitas itu seseorang yang mendirikan shalat sesungguhnya tengah tenggelam dalam keasyikan pelukan ilahi yang tak terperikan.
Demikianlaj filosofi besar asal Pakistan, Muhammad Iqbal, melukiskan keasyikan itu lewat kata-kata, "Berapa lamakah kau kan tetap menggelepar menggantung di sayap orang? Kembangkan sayapmu sendiri dan terbanglah lepas seraya menghirup udara bebas di taman luas,"
Berdiri dalam shalat mengandung arti kita tidak selamanya muda, berjaya, atau berdiri kuat, tetapi juga berubah menjadi rukuk, sebuah simbol adanya saat kita bisa rapuh, berumur setengah baya, dan kekuatan pu berkurang.
Sementara itu, kewajiban harus tetap dijalankan sebagai bekal untuk menuju sujud simbol tanah, tempat asal kita diciptakan dan dikembalikan. Maka, akhirilah hidup kita dengan salam (Hati yang bersih).

 


============================================================
 
~ Bermimpi - Berusaha - Berserah Diri ~
 
============================================================
 
Keyword : Filosofi Sholat, kisah sholat, Sholat itu indah, Sholat dengan khusyuk, terhanyut dalam sholat
 

pongimaji Manusia Biasa

MUSLIM.seorang Pramukawan berdarah Indonesia ASLI. Berusaha menyampaikan ilmu melalui tulisan yang sederhana. . Apabila saya salah mohon saya diluruskan. . Karena kritikan dan masukan dari kawan-kawan sangat berarti untuk membangun diri saya. . Berbagi itu Indah. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar